Setiap orang dilahirkan untuk menjadi seorang pemimipin. Minimal untuk memimpin dirinya sendiri. Itu kata-kata yang sering kita dengar kalau sedang membahas tentang kepemimpinan.
Memang kodratnya manusia, dilahirkan kedunia ini untuk menjadi seorang pemimpin.
Pada zaman modern saat sekarang ini, kalau boleh dikatakan kita mengalami krisis kepemimpinan. Pemimpin yang dapat memimpin negara dengan baik, jujur, dan selalu berusaha untuk berlaku adil, tidak silau dengan harta dunia, tidak hanya mengumbar janji dikala kampanyenya.
Disisi lain, kita pun tidak dapat melihat mana sebenarnya pemimpin yang baik dan tidak. Bagi pemimpin yang baik, ada saja cara pihak yang kontra untuk menjelek-jelekkan kandidat tersebut. Suatu ketika pernah saya diberi tahu; "Berapa orang yang menyukai mu, maka sebanyak itu pula lah orang yang tidak menyukai diri mu". Seorang pemimpin yang bijak tentunya juga harus menyiapkan mentalnya dengan baik. Akan begitu banyak cobaan, celaan, dan halangan yang akan dihadapinya. Dari dalam maupun dari luar dirinya.
Bagi pemimpin yang memang hanya mengejar kekuasaan dan materi, ada saja kesmpatan baginya untuk menutupi sagala keburukannya, dan menjelma seketika menjadi dewa penyelamat bagi rakyatnya. Namun dia buta akan nasib rakyatnya setelah kekuasaan dia peroleh.
Lalu, kapan dan dimana akan kita temui pemimpin yang dimipikan rakyat?yang mampu berbuat adil dan sepenuhnya berbuat untuk kepentingan rakyat?
Memang kodratnya manusia, dilahirkan kedunia ini untuk menjadi seorang pemimpin.
Pada zaman modern saat sekarang ini, kalau boleh dikatakan kita mengalami krisis kepemimpinan. Pemimpin yang dapat memimpin negara dengan baik, jujur, dan selalu berusaha untuk berlaku adil, tidak silau dengan harta dunia, tidak hanya mengumbar janji dikala kampanyenya.
Disisi lain, kita pun tidak dapat melihat mana sebenarnya pemimpin yang baik dan tidak. Bagi pemimpin yang baik, ada saja cara pihak yang kontra untuk menjelek-jelekkan kandidat tersebut. Suatu ketika pernah saya diberi tahu; "Berapa orang yang menyukai mu, maka sebanyak itu pula lah orang yang tidak menyukai diri mu". Seorang pemimpin yang bijak tentunya juga harus menyiapkan mentalnya dengan baik. Akan begitu banyak cobaan, celaan, dan halangan yang akan dihadapinya. Dari dalam maupun dari luar dirinya.
Bagi pemimpin yang memang hanya mengejar kekuasaan dan materi, ada saja kesmpatan baginya untuk menutupi sagala keburukannya, dan menjelma seketika menjadi dewa penyelamat bagi rakyatnya. Namun dia buta akan nasib rakyatnya setelah kekuasaan dia peroleh.
Lalu, kapan dan dimana akan kita temui pemimpin yang dimipikan rakyat?yang mampu berbuat adil dan sepenuhnya berbuat untuk kepentingan rakyat?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar